Kamis, 12 November 2015

A Little Piece of Heaven




A Little Piece of Heaven

Jakarta (UBM News), Indonesia merupakan negara yang kaya akan pesona alam. Sebagai salah satu Negara yang memiliki berjuta keindahan di dalamnya, Indonesia seringkali dijadikan sebagai tujuan wisata bagi turis-turis lokal maupun mancanegara. Kekayaan alamnya di satu sisi telah menarik beberapa bangsa Eropa hingga Asia untuk menguasai ribuan kepulauan di negeri ini. Keindahan alam Indonesia menawarkan panorama yang indah dari Sabang sampai Merauke.

Salah satu keindahan di Indonesia dapat terlihat dari salah satu pulau yang ada di bagian utara pulau jawa ini. Pulau yang menjadi bagian dari kepulauan seribu di Indonesia ini selalu menyajikan panorama keindahan yang tidak ada hentinya. Dengan luas 40,32 hektare merupakan salah satu kabupaten di wilayah Kepulauan Seribu Selatan yang menawarkan pesona keindahan yang menawan.

Pulau tersebut bernama Pulau Pari yang diberi julukan a little piece of heaven oleh penulis karena keindahan alamnya. Konon katanya nama pari berasal dari cerita para tetuah di daerah tersebut, bahwa terdapat banyak jumlah ikan pari di pinggir pantai tersebut, namun seiring waktu jumlah ikan tersebut semakin berkurang dan bahkan sudah tidak ada lagi.

Untuk mencapai pulau yang menyajikan panorama pantai berpasir putih ini diperlukan perjalanan laut selama 1-1,5 jam dari Jakarta. Pulau ini relatif dekat dengan Pulau Rambut, Lancang, Tidung, dan Pulau Pramuka yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu. Di pulau ini terdapat 2 buah pantai berpasir putih, yaitu Pantai Pasir Perawan dan Pantai Kresek. Keduanya dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Pulau yang satu ini juga menjadi tujuan wisatawan-wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berlibur bersama keluarga. Pulau ini sendiri baru dikembangkan menjadi tempat wisata sejak 5 tahun belakangan, tepatnya pada tahun 2010. Pada awalnya para penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan dan pembudidaya ikan atau rumput laut. Namun kini banyak penduduk yang beralih profesi menjadi tour guide maupun menyewakan rumah mereka sebagai home stay bagi wisatawan.

Selain pemandangan pantai berpasir putih dan air bening, pengunjung Pulau Pari ditawari paket keliling perkampungan dengan sepeda, menyelam di perairan dangkal (snorkling), serta menjelajah perairan tepi dengan sampan atau kapal cepat. Seluruh paket wisata diselenggarakan oleh masyarakat sebagai penyedia jasa, mulai dari jasa penyewaan alat, pemandu, dan penginapan.

Untuk biayanya sendiri, obyek wisata di pulau pari tergolong murah Pengelola mematok tarif masuk ke pantai Rp 3.500 per orang. Peralatan menyelam Rp 40.000 per orang, banana boat Rp 40.000 per orang, dan sewa perahu Rp 400.000 untuk 10 orang. Angka ini tak jauh berbeda dengan tarif beberapa penyedia jasa di Pulau Pramuka.

Ketua RW setempat, Nurhayat (45) mengatakan bahwa jumlah wisatawan di pulau pari ini selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Sejak diresmikan tahun 2012 pulau ini seakan-akan tidak pernah sepi pengunjung. “Mayoritas wisatawan di pulau ini adalah wisatawan lokal dan puncaknya (pengunjung) terjadi pada hari Sabtu dan Minggu, hingga mencapai 2000-3000 wisatawan.” Ujar Nurhayat.

Namun dibalik kemajuan yang terjadi di pulau pari ternyata masih terdapat banyak kekurangannya. Salah satunya adalah kurangnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan sektor wisata di Pulau Pari ini.

Harapan kedepannya bagi para penduduk adalah dengan selalu menjaga kebersihan pulau dan menambah fasilitas di Pulau Pari untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

Senin, 02 November 2015

Mahasiswa Tersebut Bintangi Iklan Hexos





Mahasiswa Tersebut Bintangi Iklan Hexos


Jakarta (UBM News), Keahliannya dalam berbicara di depan kamera dan membawakan acara membuatnya terpilih menjadi salah satu host dalam salah satu stasiun televisi swasta nasional. Dengan lugasnya ia berbicara di depan orang banyak, membawa suasana penonton agar kembali bersemangat.

Dia masih belum cukup terkenal, namun kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Pengalaman selama satu tahun menjadi host sudah membuatnya cukup mahir membawakan acara. Dialah Dedy Sanjaya seorang pemuda kelahiran Gorontalo, 14 April 1998 yang tidak hanya mahir dalam host-ing, namun ia juga cukup mahir dalam menari B-Boy. Beberapa predikat juara telah berhasil diraihnya.

Saat mengikuti casting untuk iklan Hexos pada bulan Januari 2015 dan terpilih, perasaan senang sangat terlihat dari ekspresi wajahnya. "Akibat kesalahan, saya sampai menyantap 12 buah permen hexos, mau muntah rasanya". Tutur Dedy kepada saya menceritakan pengalamannya ketika syuting. 

Dedy memang sudah cukup sering mengikuti casting untuk iklan seperti ini, namun ini kali pertamanya membintangi suatu brand yang sebesar dan terkenal di Indonesia ini. Biarpun sudah cukup sering tampil di depan kamera ia mengaku masih sering grogi dan tidak percaya diri.

Menurut beliau kunci kesuksesan untuk dapat beradu peran di depan kamera adalah dengan sering berlatih sambil menghadap ke cermin, hal ini bertujuan untuk mengevaluasi diri sendiri agar dapat berperan lebih baik lagi. Sekarang ini Dedy sedang berusaha untuk mengembangkan usaha-usahanya, salah satunya adalah usaha keripik pisang dengan berbagai rasa.

Indonesia butuh banyak pemuda yang ambisius dan penuh semangat seperti seorang Dedy Sanjaya. Banyak pemuda yang harus belajar dari sosoknya. Sekarang Dedy sedang melakukan studinya di Universitas Bunda Mulia prodi Ilmu Komunikasi.